Pengembangan Industri Kreatif di Panti Asuhan Miftahunnajah Banguntapan Bantul Yogyakarta Berupa Pendampingan Pemasaran Produk Kreatif dari Bahan Limbah Konveksi Kain Perca

Uyuunul Mauidzoh

Abstract

Panti Asuhan Miftahunnajah Wonocatur Banguntapan dapat dikembangkan agar lebih mandiri secara ekonomi dengan tidak selalu menggantungkan pada sumbangan donator yang ada. Lingkungan disekitar panti asuhan banyak tersedia sumber daya yang bisa diangkat untuk dikembangkan dalam bentuk industri kreatif. Salah satu sumber daya yang ada adalah adanya limbah konveksi berupa kain perca. Kreatifitas para santri panti asuhan Miftahunnajah ini perlu dikembangkan agar bisa menangkap peluang yang ada di sekitarnya, salah satunya dengan memanfaatkan kain perca menjadi produk kreatif dan bisa dipasarkan sehingga dapat mendukung perekenomian panti asuhan dan menjadi Panti Asuhan yang mandiri secara ekonomi. Oleh karena itu dalam kegiatan Pengabdian pada Masyarakat Tahun Akademik 2017/2018 ini, pelaksana pengabdian melakukan pendampingan untuk membimbing Panti Asuhan Miftahunnajah dalam memasarkan produk kreatif dari bahan limbah kainĀ  perca sehingga dapat mendukung perekenomian panti asuhan dan menjadi Panti Asuhan yang mandiri secara ekonomi. Langkah-langkah yang dilakukan dalam kegiatan Pengabdian pada Masyarakat ini adalah sebagai berikut:1) Melakukan survey untuk mengetahui kondisi Panti Asuhan Miftahunnajah Wonocatur Banguntapan, 2) Melakukan pendataan industri kreatif yang layak untuk dilakukan pendampingan, 3) Melakukan pendampingan usaha berupa bimbingan pemasaran produk kreatif dari bahan limbah kain perca. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah anak-anak di Panti Asuhan Miftahunnajah dapat membuat media promosi di media sosial (fan page facebook) serta dapat membuat iklan sederhana menggunakan software Coral draw.

Keywords

industri kreatif; pemasaran

References

Kotler, 2009, Manajemen Pemasaran,Edisi 13, Erlangga

Zimmerer, Scarborough, 2008, Kewirausahaan: Manajemen Usaha Kecil, Salemba Empat, Jakarta

Article Metrics

Abstract view: 96 times
Download     : 97   times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.