PEMETAAN PARTISIPATIF JALUR EVAKUASI TSUNAMI DI DESA BABANG KABUPATEN HALMAHERA SELATAN MALUKU UTARA

Mohammad Ridwan Lessy, Rohima Wahyuningrum

Abstract

Bencana tsunami masih menjadi acaman wilayah pesisir di Indonesia karena intersitas gempabumi yang tinggi di wilayah ini dan singkatnya waktu tempuh gelombang tsunami ke daratan. Untuk itu, warga masyarakat perlu dipersiapkan untuk menghadapi bencana ini dengan menyusun peta jalur evakuasi tsunami. Peta evakuasi disusun secara partisipatif dengan melibatkan semua elemen pemangku kepentingan untuk mendapatkan kesepahaman persepsi antara semua pemangku kepentingan. Tujuan penyusunan peta jalur evakusi untuk memudahkan dan mengarahkan warga melalukan evakuasi mandiri menuju ke tampat yang lebih aman. Peta jalur evakuasi ini akan semakin efektif apabila ditindaklanjuti dengan penyusnan rencana aksi, sosialisasi dan simulasi secara terus menerus untuk mengevaluasi peta yang telah disusun.

Keywords

Tsunami, Peta Evakuasi, Maluku Utara

References

Ballantyne, P. (1991). Petrological constraints upon the provenance and genesis of the East Halmahera ophiolite. Journal of Southeast Asian Earth Sciences, 6(3-4), 259-269.

Løvholt, F., Kühn, D., Bungum, H., Harbitz, C. B., & Glimsdal, S. (2012). Historical tsunamis and present tsunami hazard in eastern Indonesia and the southern Philippines. Journal of Geophysical Research: Solid Earth, 117(B9)

Bencana, B. N. P. (2012). Pedoman Sistem Peringatan Dini Berbasis Masyarakat.

Twigg, J. (2009). Karakteristik Masyarakat yang Tahan Bencana..

Wibowo, R. C., Karyanto, K., Zaenudin, A., & Sarkowi, M. (2020). Peningkatan Partisipasi Masayarakat pada Studi Pemetaan Partisipatif dalam Pembuatan Jalur Evakuasi Bencana Tsunami di Desa Wisata Pagar Jaya. Sakai Sambayan Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 4(1), 43-48.

Paramita, A., & Kristiana, L. (2013). Teknik Focus Group Discussion Dalam Penelitian Kualitatif. Buletin Penelitian Sistem Kesehatan, 16(2 Apr).

Boissière, M., Duchelle, A. E., Atmadja, S., & Simonet, G. (2019). Panduan teknis pelaksanaan pemetaan desa partisipatif. CIFOR.

Wiwaha, A. A., Mei, E. T. W., & Rachmawati, R. (2016). Perencanaan partisipatif jalur evakuasi dan titik kumpul Desa Ngargomulyo dalam upaya pengurangan resiko bencana Gunungapi Merapi. Journal of Regional and City Planning, 27(1), 34-48

Biro Pusat Statistik (2019) Kecamatan Bacan Timur Dalam Angka 2019. BPS Kabupaten Halmahera Selatan.

H. Spahn, M. Hoppe, B. Usdianto, and H. Vidiarina, (2010) “Pedoman Perencanaan untuk Evakuasi Tsunami.”.German-Indonesian Coorporation for Tsunami Early Warning System (GITEWS)

Cadag, J. R. D., & Gaillard, J. C. (2012). Integrating knowledge and actions in disaster risk reduction: the contribution of participatory mapping. Area, 44(1), 100-109.

Groves, S. (2013). Knowledge, involvement and emergency preparedness.

Bencana, B. N. P. (2018). Buku Pedoman Latihan Kesiapsiagaan Bencana: Membangun kesadaran, kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana..

Lassa, J., Pujiono, P., Pristiyanto, D., Paripurno, E. T., Magatani, A., & Parlan, H. (2009). Kiat Tepat Mengurangi Risiko Bencana. Pengelolaan Risiko Bencana Berbasis Komunitas (PRBBK).

Edyanto, C. H. (2014). Partisipasi Masyarakat Sebagai Upaya Untuk Mengurangi Risiko Bencana Tsunami Di Daerah Pantai. Jurnal Sains dan Teknologi Indonesia, 16(3).

Article Metrics

Abstract view: 48 times
Download     : 10   times

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.